Selamat datang di Sidowayah RT 01/06 Ngreco, Weru, Sukoharjo

handphone-tablet
Breaking News
recent

Peringatan tentang Kematian oleh Ustadz Danuri di Rumah Pak Sajuri



Kamis, 10 Maret 2016, bakda Isya, saatnya pengajian rutin RT 01/06. Malam Jumat kali ini, giliran tempat Pak Slamet - Bu Maryam, dan oleh tuan rumah ditempatkan di rumah Bapak Sajuri, orangtua dari Bu Maryam.

Dibuka oleh Pak Diyono, dilanjutkan membaca Alquran dipimpin Pak RT, membaca surat Al Hajj (22) ayat 34 sampai 38.



Hujan mulai turun ketika taushiah dimulai oleh Ustadz Danuri. "Saya akan menyampaikan tentang kematian."

Ustadz Danuri membacakan surat Ali Imron (3) ayat 185; "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

"Menurut ayat tersebut, kita semua pasti akan mati, meski belum tahu kapan dan dimana serta dalam kondisi seperti apa," beliau menerangkan.



Karena kita tidak tahu kapan, dimana dan kondisinya, maka kita harus jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan amal ibadah.

"Shalat adalah amal yang paling utama dan pertama dihisab," kata beliau. "Maka, shalatlah dengan sebaiknya, dengan niat lurus lillahi taala dan mencontoh shalat Nabi."

Beliau juga mengingatkan, banyak juga orang yang melaksanakan shalat dengan tertib tapi ternyata masuk neraka.

"Contohnya, ibu-ibu yang shalat dengan rutin dan tertib tapi berani kepada suami, maka tempatnya di neraka," beliau mengingatkan.

Ustadz Danuri juga mengingatkan bahwa kematian tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, kita tidak bisa lari dari kematian, meski cara apapun yang dilakukan.

Mengapa manusia harus mati? Dari ayat di atas, jelas bahwa melalui kematian maka akan disempurnakan pahala kita.


"Balasan bagi kita saat di dunia ini belum cukup, dan hanya bisa dicukupkan setelah kematian, dengan adanya surga dan neraka," kata beliau.

Kenikmatan di dunia itu tidak langgeng, bagaimana orang yang sudah usia tua, tidak akan merasakan nikmat makan makanan yang serba enak. Maka, kenikmatan yang langgeng hanya ada di akhirat, di surga.

Berakhir taushiah, selesai sudah pengajian. Pak Diyono lekas menutup dengan doa kafaratul majelis, seiring hujan yang juga mereda.
Suden Basayev

Suden Basayev

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.